Minggu, 10 Agustus 2014

PENGECORAN BALOK DAN PELAT LANTAI

Bahan terdiri dari:

    ELAT LANTAIBeton ready mix sesuai mutu yang telah disetujui

    • Calbond (Super Bonding Agent) /cairan perekat antara beton lama dengan baru disebut juga lem beton
    • Curing compound/bahan perawatan dan perlindungan beton yang menghambat proses penguapan air pada beton basah
    • Kawat ayam
    Tenaga kerja:
    • Tukang cor terampil yang mengerti lingkup pekerjaan pengecoran.
    • Mandor dan pelaksana yang dapat membaca shop drawing/for construtiondengan  baik.
    Alat berupa:
    • Concrete pump truck
    • Concrete mixer truck
    • Concrete vibrator
    • Waterpass/autolevel
    • Alat bantu
    • Batching Plant
    • Kerucut abrams
    • Alat cetak silinder benda uji beton
    Metode kerja pengecoran balok dan pelat lantai
    Sebelum proses pengecoran dilaksanakan, maka perlu dilakukan hal hal seperti berikut.
    1)   Pemeriksaan bekisting meliputi:
    a)    Ukuran bekisting ( lebar dan tinggi ).
    b)   Pemeriksaan elevasi dan kelurusan bekisting.
    c)    Pemeriksaan sambungan pada bekisting.
    Pengecekan elevasi bekisting
    Setelah pemasangan bekisting pelat lantai selesai dilaksanakan, kemudian dilakukan pengecekan elevasi dengan menggunakan alat waterpass dan posisi as balok dengan alat theodolite. Pengecekan elevasi bekisting balok dan pelat lantai adalah sebagai berikut.
    1. i.          Pengecekan elevasi balok dilakukan dengan menempatkan alatwaterpass dimana tinggi alat adalah setinggi marking pada kolom (1,00 m dari permukaan pelat lantai di bawahnya).
    2. ii.          Bak ukur ditempatkan pada bagian bawah bekisting balok (bottom).
    3. iii.          Oleh pelaksana pengukuran ketepatan elevasi bottom dicek dengan alat waterpass.
    Apabila pembacaan alat waterpass belum menunjukkan elevasi yang sesuai dengan gambar rencana, maka screwjack diputar untuk menaikkan atau menurunkan posisi bottom balok.
    Pengecekan elevasi bekisting
    Setelah pemasangan bekisting pelat lantai selesai dilaksanakan, kemudian dilakukan pengecekan elevasi dengan menggunakan alat waterpass dan posisi as balok dengan alat theodolite. Pengecekan elevasi bekisting balok dan pelat lantai adalah sebagai berikut.
    • Pengecekan elevasi balok dilakukan dengan menempatkan alat waterpassdimana tinggi alat adalah setinggi marking pada kolom (1,00 m dari permukaan pelat lantai di bawahnya).
    • Bak ukur ditempatkan pada bagian bawah bekisting balok (bottom).
    • Oleh pelaksana pengukuran ketepatan elevasi bottom dicek dengan alatwaterpass.
    • Apabila pembacaan alat waterpass belum menunjukkan elevasi yang sesuai dengan gambar rencana, maka screwjack diputar untuk menaikkan atau menurunkan posisi bottom balok.
    Gambar 1.1 Pengecekan Elevasi Bekisting Balok/Pelat Lantai
    1)   Pemeriksaan penulangan meliputi:
    a)    Pemeriksaan jumlah dan ukuran tulangan utama.
    b)   Pemeriksaan jumlah, jarak, dan posisi sengkang.
    c)    Pemeriksaan panjang overlapping dan penjangkaran pada tulangan.
    d)   Pemeriksaan kekuatan bendrat.
    e)    Pemeriksaan decking (tebal selimut beton)
    Setelah semua pemeriksaan dilakukan dan hasilnya baik, maka bekisting dibersihkan dengan menggunakan air compressor. Kemudian pelaksanaan pengecoran balok dan pelat lantai, dapat dilakukan dengan urutan sebagai berikut.
    1)   Pasang batas pengecoran dengan menggunakan kawat ayam. Pengecoran dihentikan pada jarak ¼ bentang dari tumpuan, karena pada lokasi tersebut momen yang dipikul balok dan pelat lantai adalah nol.
    2)   Beton ready mix dengan mutu yang disyaratkan dituang dari concrete mixer truck ke dalam gerobak untuk dilakukan pengujian slumpSlump yang digunakan adalah12±2.
    3)   Setelah nilai slump memenuhi persyaratan, maka beton ready mix dituang dari concrete mixer truck ke dalam bucket pada Concrete pump truck dan disalurkan dengan pipa baja.
    4)   Sebelumnya, sambungan beton lama dengan beton baru disiram dengancalbond (super bonding agent).
    5)   Setelah beton ready mix keluar dari pipa baja, langkah selanjutnya adalah meratakan beton ready mix dengan penggaruk dan dipadatkan dengan menggunakan concrete vibrator.
    6)   Pengecoran dilakukan selapis demi selapis dimana setiap lapis dipadatkan dengan concrete vibrator dengan maksud agar terbentuk beton yang benar-benar padat.
    7)   Pengecoran dihentikan pada batas zona pengecoran.
    8)   Setelah itu adukan diratakan dengan kayu perata sesuai dengan tinggi peil yang sudah ditentukan.
    9)   Setelah beton setengah kaku angkat relat dan ratakan bekas relat dengan menggunakan ruskam.
    Standar hasil :
    1)      Menghasilkan produk beton pada balok dan pelat lantai sesuai dengan rencana, mutu dan bentuk yang presisi, tidak bocor, tidak lendut, dan tidak retak.
    2)      Jika ada yang menyimpang maka diperlukan pekerjaan perbaikan.
    oleh: ( Chairil Nizar )

    pilih teknik sipil atau arsitektur

    Suatu pertanyaan yang sering diajukan baik oleh remaja SMA yang mau kuliah maupun orang tua yang hendak melanjutkan pendidikan anaknya pada bidang study bangunan.berikut gambaran tentang jurusan teknik sipil dan arsitektur.
    Teknik Sipil
    Teknik sipil mempelajari tentang bagaimana cara membangun sebuah bangunan yang kuat, indah serta ekonomis sehingga pada jurusan teknik sipil hampir mencakup semua konstruksi bangunan dari awal perancangan, perhitungan struktur, manajemen pelaksanaan bangunan sampai dengan perawatan bangunan pasca pembangunan.
    Teknik Arsitektur
    Teknik arsitektur mempelajari tentang bagaimana membuat gambar bangunan yang indah dan bagaimana agar desain tersebut dapat diterima oleh pihak lain.
    Nah.. dari kedua jurusan tersebut ( teknik sipil dan arsitektur ) terdapat perbedaan yang saling bertentangan teknik arsitektur lebih menonjolkan keindahan bangunan sedangkan teknik sipil lebih pada kekuatan bangunan, seringkali seorang arsitek membuat bangunan yang indah tetapi apabila dilaksanakan dapat rubuh karena tidak kuat, begitu juga dengan teknik sipil dapat membangun sebuah bangunan yang kuat tetapi belum tentu indah. oleh karena itu perlu kerjasama antar keduanya. mungkin kata-kata berikut ini dapat menjadi gambaran
    Teknik sipil perlu mempelajari teknik arsitektur meskipun hanya dasar-dasarnya saja.
    Teknik Arsitektur perlu mempelajari teknik sipil meskipun hanya dasar-dasarnya saja.
    Bagaimana dengan siswa SMP yang hendak mendalami bidang bangunan pada bangku STM ( sekolah teknologi menengah ) atau sekarang ini disebut SMK ( Sekolah menengah kejuruan ) ?
    jurusan teknik bangunan yang ada di STM / SMK adalah:
    Teknik Konstruksi bangunan
    Pada jurusan ini kita lebih mendalami konstruksi bangunan baik secara kekuatan struktur bangunan, metode kerja pelaksanaan pembangunan, perhitungan rencana anggaran biaya, serta gambar bangunan. pada bangku kuliah jurusan yang sejalan dengannya adalah teknik sipil struktur.
    Teknik Gambar Bangunan
    Pada teknik gambar bangunan kita mempelajari bagaimana cara menggambar bangunan yang indah, detai-detail bangunan dan hal-hal yang berkaitan degan gambar bangunan. pada bangku kuliah jurusan yang sejalan denganya adalah teknik arsitektur.
    Teknik Bangunan Air
    pada teknik bangunan air kita lebih mempelajari tentang bangunan insfrastruktur misalnya jalan raya, jembatan, sungai, irigasi, drainase perkotaan dll. pada bangku kuliah jurusan yang sejaran denganya adalah teknik sipil transportasi atau pengairan
    Teknik Bangunan Gedung
    pada teknik bangunan gedung kita mempelajari tentang rancang bangun sebuah gedung, baik berupa rumah maupun gedung bertingkat.
    Teknik Perkayuan
    Pada jurusan ini kita mempelajari teknik – teknik perkayuan sebagai bahan bangunan, mebel, ukiran dll.
    Teknik Survey dan Pemetaan
    Pada jurusan teknik survey dan pemetaan kita mempelajari ilmu ukur tanah, ilmu pengukuran bangunan gedung baik secara manual, menggunakan theodolit maupun peralatan canggih lainya.
    Teknik Konstruksi Batu dan Beton
    Pada teknik konstruksi batu dan beton hampir mirip dengan teknik konstruksi bangunan tapi lebih mendalami pada struktur beton sebagai bahan bangunan.
    begitulah kurang lebih gambaran tentang jurusan teknik sipil dan arsitektur pada bidang study bangunan pada bangku STM maupun kuliah, selanjutnya pilihan ditangan masing-masing karena tentunya yang tahu potensi terhebat yang ada pada diri kita adalah kita sendiri  :-)

    Urutan pekerjaan pemasangan tower crane

    Dalam pembangunan gedung bertingkat tinggi membutuhkan alat yang dapat mengangkat beban berat sampai sekian ribu ton. alat yang bisa digunakan yaitu mobile crane yang dapat berpindah tempat secara cepat, atau bisa juga menggunakan tower crane (TC) yang diam ditempat. Posisi TC diatur sedemikian rupa agar dapat melayani sebanyak mungkin aktifitas pembangunan. Perlu perencanaan yang matang agar didapatkan alat terbaik. Nah.. berikut ini urutan pekerjaan pemasangan tower crane barangkali dapat menjadi penambah refrensi keilmuan alat berat bagi saudara saudari

    Urutan pekerjaan pemasangan tower crane
    1. Menentukan TC yang akan digunakan, dari mana alat tersebut akan diadakan, apakah mau sewa atau beli untuk mendapatkan harga termurah sekaligus kualitas terbaik. dari evaluasi tersebut maka dapat diputuskan tipe alat apa yang akan dipakai.
    2. Desain Pondasi TC, Berdasarkan data-data yang tersedia entah itu brosur TC serta informasi lain, dapat digunakan sebagai pedoman perencanaan untuk menentukan seperti apa pondasi yang kuat dan murah. hasilnya berupa bentuk dan ukuran pondasi, jenis dan jumlah besi yang digunakan dan tipe beton K berapa yang mau dipakai.
    3. Gambar Pondasi dan perletakan TC, dilanjutkan dengan pembuatan shop drawing tower crane yang berfungsi untuk proses perizinan sekaligus pedoman pelaksanaan dilapangan.
    4. Pengukuran Posisi TC dilapangan, menentukan dimana titik lokasi pondasi TC akan dibuat.
    5. Galian Tanah, dilanjutkan dengan menggali tanah sebagai tempat dimana berdirinya pondasi.
    6. Bekisting pondasi, berfungsi sebagai batas cor sekaligus alat cetak pondasi brton bertulang.
    7. Pembesian / pemasangan besi tulangan, besi berfungsi sebagai penahan gaya tarik,tekan dan geser bekerjasama dengan beton agar pondasi kuat.
    8. Pasang angkur TC, bisa dibilang sebagai sepatunya tower crane, dimana alat berat ini berpijak.
    9. Cor pondasi TC, selanjutnya dapat dilakukan pengecoran menggunakan tipe beton sesuai rencana.
    10. Pemasangan Tower crane, sering disebut juga sebagai erection TC.
    11. Pasang lampu dan perlengkapan TC.
    12. TC siap dioperasikan.

    Jadi begitulah gambaran sederhana mengenai proses urutan pekerjaan tower crane dari awal perencanaan sampai dengan pemasangan sehingga dapat beroperasi sesuai harapan

    Jumat, 29 November 2013

    Konstruksi Jembatan

    Pernahkah adik-adik melewati sebuah jembatan? Terbuat dari apakah jembatan yang pernah adik-adik lewati itu? Sebenarnya apakah dan terbuat dari apa sajakah jembatan itu? Yuks kita simak penjelasan berikut ini…

    Jembatan adalah suatu struktur bangunan yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai, saluran irigasi dan pembuangan, jalan kereta api, waduk, dan lain-lain. Desain dari jembatan bervariasi tergantung pada fungsi dari jembatan atau kondisi bentuk permukaan bumi dimana jembatan tersebut dibangun.

    Jaman dahulu, jembatan pertama kali dibuat dengan menggunakan gelondongan kayu dengan pondasi yang sederhana untuk menyeberangi sungai. Pada abad ke 18, muncullah inovasi desain akan jembatan-jembatan kayu dan seiring dengan revolusi industri pada abad ke 19, sistem rangka batang mulai diterapkan untuk membangun jembatan. Selain itu, jaman dahulu jembatan juga dibangun menggunakan dua utas tali atau rotan yang diikat pada bebatuan di tepi sungai.

    Saat ini jembatan kayu masih sering kita temukan didaerah pedesaan sebagai jalur penghubung antara suatu daerah ke daerah lainnya yang dipisahkan oleh sungai. Alasan kenapa jembatan kayu saat ini masih banyak digunakan pada daerah pedesaan adalah karena bahannya mudah didapatkan dan selain itu juga lebih mudah dikerjakan dan lebih ekonomis bila dibandingkan menggunakan jembatan jenis lain.

    Kemudian seiring perkembangan jaman, batu pun digunakan untuk membangun jembatan tetapi cuma sebagai rangka. Macam dan bentuk serta bahan yang digunakan mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan jaman dan teknologi, mulai dari yang sederhana sekali sampai pada konstruksi yang canggih. Saat ini, sudah bermacam-macam bahan yang digunakan untuk membangun sebuah jembatan seperti beton, baja, kabel yang diregangkan lurus, dan lain-lain.

    Berikut ini merupakan beberapa jenis jembatan :

    Dari segi letaknya:
    1. Jembatan diatas sungai
    2. Jembatan diatas saluran sungai irigasi/ drainase
    3. Jembatan diatas lembah
    4. Jembatan diatas jalan yang ada / viaduct

    Dari segi struktur:
    1. Jembatan batang kayu (Log bridge)
    2. Jembatan alang (Beam bridge)
    3. Jembatan kerangka (Truss bridge)
    4. Jembatan gerbang tertekan (Compression arch bridge)
    5. Jembatan gantung (Suspension bridge)
    6. Jembatan kabel-penahan (Cable-stayed R bridge)
    7. Jembatan penyangga (Cantilever bridge)
    8. Jembatan bisa pindah

    Sabtu, 23 November 2013

    kontstruksi rumah sederhana

    pondasi

    pondasi merupakan bagian dari struktur yang paling bawah dan berfungsi untuk menyalurkan beban ke tanah,sehingga pondasi harus diletakkan pada tanah yang keras.kedalaman minimun untuk pembuatan pondasi adalah 60 cm. seluruh pekerjaan pasangan batu gunung ini menggunakan adukan campuran 1 semen : 4 pasir. pasangan batu gunung untuk pondasi dikerjakan setelah lapisan urug dan aanstamping selesai dipasang. pondasi juga harus mempunyai hubungan kuat dengan sloof,hal ini dapat dilakukan dengan pembuatan angker antara sloof dan pondasi dengan jarak 1 meter.

    beton

    beton yang digunakan untuk beton bertulang dapat menggunakan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil.air yang digunakan 1/2 dari volume semen (FAS 0.5). perbandingan ini merupakan perbandingan volume. sebagai penakar dapat menggunakan peralatan yang tidak sukar dicari seperti ember atau timba. mutu yang diharapkan dapat tercapai dengan perbandingan ini adalah sekitar 150 kg/cm2

    cetakan beton

    hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan cetakan beton adalah :

    1. pemasangan bekisting harus kokoh dan kuat sehingga tahan terhadap getaran yang ditimbulkan pada saat pengecoran.
    2. setiap selesai pemasangan harus diteliti ulang baik kekuatan maupun bentuknya
    3. cetakan beton dibuat dari bahan yang baik sehingga mudah pada saat dilepaskan tanpa mengakibatkan kerusakan pada beton
    4. bekisting harus boleh dibuka setelah 28 hari.selama beton belum mengeras harus dilakukan perawatan dengan menyiram beton dengan air.

    ukuran beton

    pada rumah sederhana sebaiknya ukuran beton sebagai berikut:

    1. sloof 15x20 cm
    2. kolom utama 15x15 cm
    3. kolom praktis 13x13 cm
    4. ringbalk 13x15 cm
    5. balok kuda2 13x15 cm

    begel/sengkang

    begel atau sengkang berfungsi untuk memastikan tulangan dalam senantiasa dalam keadaan lurus (tidak melengkung) pada saat terjadi gempa. juga untuk menjaga beton tidak mengelembung (pecah) akibat gaya tarik yang terjadi. diameter minimal yang digunakan untuk
    begel ini adalah 8 mm. pembengkokan (kait) begel ini harus mencapai 135 derajat dengan panjang bengkokan tidak kurang dari 10 d

    dinding bata

    mortar (spesi) yang digunakan pada ikatan bata dan plesteran dapat menggunakan perbandingan 1 semen : 4 pasir,pada bagian yang memerlukan kedap air dapat digunakan 1 semen : 2 pasir. untuk menjaga ikatan antara bata dan kolom ataupun balok,maka setiap
    jarak 50 cm dipasang angker dengan panjang sekitar 30 cm menggunakan besi diameter 8 mm. sebelum dipasang,batu bata tersebut harus terlebih dahulu direndam dalam air dengan tujuan agar air spesi tidak diserap oleh bata. setiap pemasangan bata harus terisi padat dengan spesi minimal 1 cm

    plesteran

    sebelum diplaster seluruh permukaan dinding,kolom dan balok harus dibasahi dulu dengan air sampai mencapai keadaan jenuh.pembersihan terhadap permukaan juga harus dilakukan sebelum dilakukan plesteran.

    kusen

    pada kusen harus dipasang angker yang akan ditanamkan kolom. jika bukaan akibat kusen terlalu besar,maka harus digunakan balok latei pada bagian atas kusen.karena kusen tidak sanggup menahan beban yang besar.

    kuda-kuda kayu

    untuk membuat dudukan yang kuat,maka kuda-kuda kayu dipasang baut pelat besi yang sudah ditanam pada tiang/kolom. sambungan kayu merupakan bagian terlemah dari struktur kuda-kuda sehingga harus dilakukan dengan metode yang benar. untuk menghindari terjadinya
    pelemahan pada saat goncangan,ikatan angin harus digunakan.

    gunung-gunung

    kuda-kuda bata akan diperkuat dengan beton bertulang (ringbalk).luas dinding tidak boleh terlalu besar,sehingga penggunaan kolom tambahan sangat disarankan

    sumber Departemen Pekerjaan Umum

    kontstruksi bangunan rumah sederhana

    pondasi

    pondasi merupakan bagian dari struktur yang paling bawah dan berfungsi untuk menyalurkan beban ke tanah,sehingga pondasi harus diletakkan pada tanah yang keras.kedalaman minimun untuk pembuatan pondasi adalah 60 cm. seluruh pekerjaan pasangan batu gunung ini menggunakan adukan campuran 1 semen : 4 pasir. pasangan batu gunung untuk pondasi dikerjakan setelah lapisan urug dan aanstamping selesai dipasang. pondasi juga harus mempunyai hubungan kuat dengan sloof,hal ini dapat dilakukan dengan pembuatan angker antara sloof dan pondasi dengan jarak 1 meter.

    beton

    beton yang digunakan untuk beton bertulang dapat menggunakan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil.air yang digunakan 1/2 dari volume semen (FAS 0.5). perbandingan ini merupakan perbandingan volume. sebagai penakar dapat menggunakan peralatan yang tidak sukar dicari seperti ember atau timba. mutu yang diharapkan dapat tercapai dengan perbandingan ini adalah sekitar 150 kg/cm2

    cetakan beton

    hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan cetakan beton adalah :

    1. pemasangan bekisting harus kokoh dan kuat sehingga tahan terhadap getaran yang ditimbulkan pada saat pengecoran.
    2. setiap selesai pemasangan harus diteliti ulang baik kekuatan maupun bentuknya
    3. cetakan beton dibuat dari bahan yang baik sehingga mudah pada saat dilepaskan tanpa mengakibatkan kerusakan pada beton
    4. bekisting harus boleh dibuka setelah 28 hari.selama beton belum mengeras harus dilakukan perawatan dengan menyiram beton dengan air.

    ukuran beton

    pada rumah sederhana sebaiknya ukuran beton sebagai berikut:

    1. sloof 15x20 cm
    2. kolom utama 15x15 cm
    3. kolom praktis 13x13 cm
    4. ringbalk 13x15 cm
    5. balok kuda2 13x15 cm

    begel/sengkang

    begel atau sengkang berfungsi untuk memastikan tulangan dalam senantiasa dalam keadaan lurus (tidak melengkung) pada saat terjadi gempa. juga untuk menjaga beton tidak mengelembung (pecah) akibat gaya tarik yang terjadi. diameter minimal yang digunakan untuk
    begel ini adalah 8 mm. pembengkokan (kait) begel ini harus mencapai 135 derajat dengan panjang bengkokan tidak kurang dari 10 d

    dinding bata

    mortar (spesi) yang digunakan pada ikatan bata dan plesteran dapat menggunakan perbandingan 1 semen : 4 pasir,pada bagian yang memerlukan kedap air dapat digunakan 1 semen : 2 pasir. untuk menjaga ikatan antara bata dan kolom ataupun balok,maka setiap
    jarak 50 cm dipasang angker dengan panjang sekitar 30 cm menggunakan besi diameter 8 mm. sebelum dipasang,batu bata tersebut harus terlebih dahulu direndam dalam air dengan tujuan agar air spesi tidak diserap oleh bata. setiap pemasangan bata harus terisi padat dengan spesi minimal 1 cm

    plesteran

    sebelum diplaster seluruh permukaan dinding,kolom dan balok harus dibasahi dulu dengan air sampai mencapai keadaan jenuh.pembersihan terhadap permukaan juga harus dilakukan sebelum dilakukan plesteran.

    kusen

    pada kusen harus dipasang angker yang akan ditanamkan kolom. jika bukaan akibat kusen terlalu besar,maka harus digunakan balok latei pada bagian atas kusen.karena kusen tidak sanggup menahan beban yang besar.

    kuda-kuda kayu

    untuk membuat dudukan yang kuat,maka kuda-kuda kayu dipasang baut pelat besi yang sudah ditanam pada tiang/kolom. sambungan kayu merupakan bagian terlemah dari struktur kuda-kuda sehingga harus dilakukan dengan metode yang benar. untuk menghindari terjadinya
    pelemahan pada saat goncangan,ikatan angin harus digunakan.

    gunung-gunung

    kuda-kuda bata akan diperkuat dengan beton bertulang (ringbalk).luas dinding tidak boleh terlalu besar,sehingga penggunaan kolom tambahan sangat disarankan

    sumber Departemen Pekerjaan Umum

    kontstruksi bangunan rumah sederhana

    pondasi

    pondasi merupakan bagian dari struktur yang paling bawah dan berfungsi untuk menyalurkan beban ke tanah,sehingga pondasi harus diletakkan pada tanah yang keras.kedalaman minimun untuk pembuatan pondasi adalah 60 cm. seluruh pekerjaan pasangan batu gunung ini menggunakan adukan campuran 1 semen : 4 pasir. pasangan batu gunung untuk pondasi dikerjakan setelah lapisan urug dan aanstamping selesai dipasang. pondasi juga harus mempunyai hubungan kuat dengan sloof,hal ini dapat dilakukan dengan pembuatan angker antara sloof dan pondasi dengan jarak 1 meter.

    beton

    beton yang digunakan untuk beton bertulang dapat menggunakan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil.air yang digunakan 1/2 dari volume semen (FAS 0.5). perbandingan ini merupakan perbandingan volume. sebagai penakar dapat menggunakan peralatan yang tidak sukar dicari seperti ember atau timba. mutu yang diharapkan dapat tercapai dengan perbandingan ini adalah sekitar 150 kg/cm2

    cetakan beton

    hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan cetakan beton adalah :

    1. pemasangan bekisting harus kokoh dan kuat sehingga tahan terhadap getaran yang ditimbulkan pada saat pengecoran.
    2. setiap selesai pemasangan harus diteliti ulang baik kekuatan maupun bentuknya
    3. cetakan beton dibuat dari bahan yang baik sehingga mudah pada saat dilepaskan tanpa mengakibatkan kerusakan pada beton
    4. bekisting harus boleh dibuka setelah 28 hari.selama beton belum mengeras harus dilakukan perawatan dengan menyiram beton dengan air.

    ukuran beton

    pada rumah sederhana sebaiknya ukuran beton sebagai berikut:

    1. sloof 15x20 cm
    2. kolom utama 15x15 cm
    3. kolom praktis 13x13 cm
    4. ringbalk 13x15 cm
    5. balok kuda2 13x15 cm

    begel/sengkang

    begel atau sengkang berfungsi untuk memastikan tulangan dalam senantiasa dalam keadaan lurus (tidak melengkung) pada saat terjadi gempa. juga untuk menjaga beton tidak mengelembung (pecah) akibat gaya tarik yang terjadi. diameter minimal yang digunakan untuk
    begel ini adalah 8 mm. pembengkokan (kait) begel ini harus mencapai 135 derajat dengan panjang bengkokan tidak kurang dari 10 d

    dinding bata

    mortar (spesi) yang digunakan pada ikatan bata dan plesteran dapat menggunakan perbandingan 1 semen : 4 pasir,pada bagian yang memerlukan kedap air dapat digunakan 1 semen : 2 pasir. untuk menjaga ikatan antara bata dan kolom ataupun balok,maka setiap
    jarak 50 cm dipasang angker dengan panjang sekitar 30 cm menggunakan besi diameter 8 mm. sebelum dipasang,batu bata tersebut harus terlebih dahulu direndam dalam air dengan tujuan agar air spesi tidak diserap oleh bata. setiap pemasangan bata harus terisi padat dengan spesi minimal 1 cm

    plesteran

    sebelum diplaster seluruh permukaan dinding,kolom dan balok harus dibasahi dulu dengan air sampai mencapai keadaan jenuh.pembersihan terhadap permukaan juga harus dilakukan sebelum dilakukan plesteran.

    kusen

    pada kusen harus dipasang angker yang akan ditanamkan kolom. jika bukaan akibat kusen terlalu besar,maka harus digunakan balok latei pada bagian atas kusen.karena kusen tidak sanggup menahan beban yang besar.

    kuda-kuda kayu

    untuk membuat dudukan yang kuat,maka kuda-kuda kayu dipasang baut pelat besi yang sudah ditanam pada tiang/kolom. sambungan kayu merupakan bagian terlemah dari struktur kuda-kuda sehingga harus dilakukan dengan metode yang benar. untuk menghindari terjadinya
    pelemahan pada saat goncangan,ikatan angin harus digunakan.

    gunung-gunung

    kuda-kuda bata akan diperkuat dengan beton bertulang (ringbalk).luas dinding tidak boleh terlalu besar,sehingga penggunaan kolom tambahan sangat disarankan

    sumber Departemen Pekerjaan Umum